(Dhila Joned)
Dulu tanah ini masyhur
Laut kaya tanah subur
Nuswantara gagah membahana
Indonesia tidak sebatas Huma
Tahta megah berkilau memesona
Kini Pertiwi menangis
Hutan perlahan habis terkikis
Udara segar sepertinya akan segara menjadi kelakar
Suara ombak terus berdebur
Mengikis pantai nyaris membubur
Perlahan merampas daratan
Kaum marginal semakin terpinggirkan
Terbesit tentang legenda sang macan
Dia tidak pergi ke pusara
Hanya beristirahat sementara
Membangunkan si macan tidak cukup dengan mantra
Tapi harus ada kerja nyata
Agar sang macan lekas terjaga
Mengaung memancarkan adhigung
Indonesia lekas bersenandung
Wujud kekayaan tempat rakyat berlindung

